Aceh Utara – Di tengah gempuran era modernisasi yang serba cepat, masyarakat agraris di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, tetap teguh memegang prinsip tradisi leluhur. Memasuki musim tanam padi, para petani di Desa Buket Guru dan sejumlah desa lainnya kembali menggelar Khanduri Blang. Jum’at (03/07/2026).
Tradisi ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta sekaligus simbol pemersatu warga. Meski alat pertanian kini telah bertransformasi dari bajak tradisional ke mesin traktor yang canggih, nilai-nilai spiritual dan sosial dalam Khanduri Blang tetap tidak tersentuh perubahan zaman.
Menjaga Warisan Leluhur
Geuchik Gampong Buket Guru, Sulaiman, mengungkapkan bahwa Khanduri Blang merupakan warisan turun-temurun yang wajib dijaga keberadaannya. Menurutnya, tradisi ini adalah jangkar yang mengikat identitas petani Aceh di tengah arus modernitas.
” Tradisi Khanduri Blang tetap kami pertahankan hingga saat ini. Selain sebagai kearifan lokal yang harus dijaga, khanduri ini menjadi wujud syukur kami kepada Allah SWT atas berkah lahan pertanian yang masih memberikan penghidupan,” ujar Sulaiman.
Perekat Silaturahmi dan Gotong Royong
Senada dengan hal tersebut, Camat Paya Bakong, Muhammad Noval, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen masyarakatnya. Ia menekankan bahwa Khanduri Blang memiliki fungsi sosial yang sangat krusial, yakni mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Noval berharap, tradisi ini terus dilestarikan karena mampu menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan kebersamaan di kalangan petani.
” Adanya Khanduri Blang membuat jiwa gotong royong dan rasa saling menghargai semakin menguat. Inilah modal sosial yang kita harapkan agar masyarakat Paya Bakong terus kompak dan saling bahu-membahu dalam memajukan daerah, khususnya di sektor pertanian,” pungkas Noval.
Simbol Ketahanan Pangan
Bagi petani di Aceh, Khanduri Blang adalah penanda dimulainya siklus hidup padi dari persiapan lahan hingga panen. Dengan melestarikan kearifan lokal ini, masyarakat Paya Bakong tidak hanya sekadar menjaga adat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi kunci sukses dalam menghadapi tantangan di sektor pertanian masa depan.











