Aceh Utara – Semangat gotong royong dan kemandirian ditunjukkan oleh masyarakat Gampong Meunye Seuleumak, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. Warga bersama aparat desa (Geuchik) sepakat menyewa satu unit Beko (ekskavator) Guna melakukan normalisasi saluran irigasi gampong yang telah lama tertimbun tanah, Rabu (29/07/2026).
Aksi ini dilakukan karena parit tersebut mengalami pendangkalan parah selama bertahun-tahun akibat endapan lumpur dan gulma, hingga bentuk fisiknya tidak lagi terlihat.
Penggalian menggunakan alat berat dilakukan untuk membuka kembali jalur air sebagai langkah antisipasi banjir dan luapan air permukaan jika terjadi hujan deras di kemudian hari. Selain itu, penggalian ini juga bertujuan untuk memastikan pasokan air ke sawah warga bisa merata.

Geuchik Meunye Seuleumak, Syukri, yang akrab disapa Naja, menyampaikan bahwa penyewaan beko selama satu hari untuk menggali saluran air sepanjang sekitar 200 meter ini merupakan hasil musyawarah warga. Langkah swadaya diambil sebagai bentuk antisipasi dini terhadap ancaman banjir, di samping menjaga kelancaran tata kelola air pertanian setempat.
Naja menceritakan, berdasarkan ingatannya saat masih kecil dulu, lokasi ini merupakan jalur parit gampong. Namun, infrastruktur alami itu sudah puluhan tahun tertimbun tanah hingga jejak fisiknya hilang sama sekali.
” Prioritas utama kita adalah mencegah dan mengantisipasi dini banjir jika sewaktu-waktu terjadi hujan deras maupun adanya luapan air permukaan. Seingat saya waktu kecil dulu, di sini memang bekas parit, tapi sudah puluhan tahun tertimbun dan tidak nampak lagi. Hasil musyawarah bersama, kita putuskan menyewa beko untuk menggali ulang saluran air ini agar pemukiman warga aman,” ujar Naja.
” Jika saluran air dibiarkan tersumbat dan paritnya hilang tertimbun, pembagian pasokan air ke sawah warga dikhawatirkan tidak merata,” tambah Geuchik Naja.
Kendati pengerukan swadaya masyarakat Gampong Meunye Seuleumak ini berhasil membuka jalur air, Naja menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Ia berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti aksi warga ini dengan membangun saluran permanen atau pembetonan dinding parit, agar fungsi irigasi pasca-normalisasi dapat bertahan dalam jangka panjang, pungkasnya.
Aksi swadaya masyarakat Meunye Seuleumak tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan kepemimpinan yang tanggap di tingkat gampong mampu memberikan solusi cepat bagi kepentingan bersama.











