Aceh Utara

Milad 800 Samudra Pasee: Sambangi Stan dan Isi Buku Tamu, Wabup Aceh Utara Puji Kualitas Produk Pande Besi Tanah Pasir

Source; WaliRakyat.id | Foto: Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang

Milad 800 Samudra Pasee: Sambangi Stan dan Isi Buku Tamu, Wabup Aceh Utara Puji Kualitas Produk Pande Besi Tanah Pasir

Source; WaliRakyat.id | Foto: Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang

Aceh Utara – Wakil Bupati (Wabup) Aceh Utara, Tarmizi Panyang, pada Senin (7/9/2026) malam, menyambangi stan pameran Kecamatan Tanah Pasir dalam momentum Peringatan ke-800 Tahun Samudra Pasee di Landing, Lhoksukon.

Kunjungan orang nomor dua di Aceh Utara tersebut di sana disambut hangat oleh Camat Tanah Pasir, Fadly, S.STP., MPA., bersama para penjaga stan.

Usai mengisi buku tamu, Tarmizi Panyang meluangkan waktu melihat-lihat produk unggulan yang dipamerkan, terutama pisau buatan pande Besi Tanah Pasir.

Foto: Istimewa, Dok. Nasir TP
Foto: Istimewa, Dok. Nasir TP

Di sela momen tersebut, dialog hangat tercipta antara Wabup, Camat, dan penjaga stan. Sembari memegang salah satu produk, Tarmizi Panyang secara terbuka memuji kualitas hasil tempaan perajin.

Apresiasi langsung dari pimpinan daerah ini diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi perajin untuk terus mempertahankan kualitas produksi mereka.

Keunggulan utama produk Pande Besi Tanah Pasir terletak pada kualitasnya yang dikenal tajam, kuat, rapi, dan tahan lama. Berkat kepiawaian perajin dalam menjaga mutu tempaan serta teknik menyepuh yang penuh ketelitian, di mana bilah parang atau pisau disepuh dengan kejelian ekstra agar mata pisaunya tidak bergelombang, serta terhindar dari risiko retak atau patah, produk dari kecamatan ini sangat dikenal luas di tengah masyarakat Aceh.

Bagi pencinta warisan budaya, perajin pande besi Tanah Pasir dikenal mampu memproduksi senjata tradisional Aceh yang legendaris seperti rencong dan pedang. Mereka juga memproduksi sangkur, samurai, golok, tombak, serta parang dalam berbagai ukuran.

Di samping itu, perajin Pande Besi Tanah Pasir juga piawai menempa ragam pisau dalam berbagai model.

Selain senjata tradisional dan ragam bilah tajam, mereka juga membuat tungkee besi (tatakan kuali) untuk keperluan memasak dengan kayu bakar.

Sementara untuk alat pertanian dan perkebunan, para perajin memproduksi kri (alat penggaruk sampah berjari-jari besi), cangkul, hingga dodos sawit guna memenuhi kebutuhan harian di lapangan.

BERITA TERKAIT