Banda Aceh, 16/12 – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh, Safaruddin, menilai negara mampu menangani pemulihan bencana banjir yang terjadi di Aceh, Sumut dan Sumbar. Untuk itu yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Daerah adalah mempersiapkan data data kerusakan dan korban untuk dapat dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi karena dua fase ini penting dalam penanganan bencana atau kerusakan, di mana Rehabilitasi fokus memulihkan fungsi dasar layanan publik dan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat (normalisasi), sementara Rekonstruksi membangun kembali sarana prasarana yang rusak dengan perbaikan atau perubahan (bahkan bisa lebih baik dari sebelumnya), dan keduanya membutuhkan data yang akurat yang perlu di sipakan oleh Pemerintah Daerah.
“dampak bencana banjir ini memang besar, tapi menurut hemat kami, Negara dengan seluruh sumberdayanya mampu untuk menangani pemulihannya. Pemerintah Daerah saat ini perlu segera mempersiapkan data korban, fasilitas yang rusak dan harta benda masyarakat korban bajir untuk dapat dilakukan rehabilitasi dan rekonsruksi terhadap korban banjir ini”. kata Safar.
menurut Safar, Pemerintah juga sudah bergerak cepat melakukan upaya upaya Pemulihan dampak banjir ini di seluruh daerah yang terdampak, di Aceh beberapa fasilita umum yang vital seperti jalan dan jembatan juga sudah dibangun untuk dapat mendukung distribusi logistik ke daerah yang terdampak, transportasi udara juga sudah dikerahkan untuk mendistribusikan lokasi yang sulit di jangkau untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, dan kerja rehab rekon ini tentu akan lebih maksimal jika partisipasi Pemerintah Daerah ini lebih aktif melakukan komunikasi dan singkronisasi informasi lapangan, untuk itu Safar mendorong agar Pemerintah Daerah di Aceh untuk berkomunikasi aktif dengan Pemerintah Pusat agar proses rehab rekonnya berjalan cepat dan tepat.
“dalam amatan kami, Pemerintah sudah bergerak cepat dalam upaya pemulihan, ini dapat dilihat dari beberapa fasilitas vital seperti jalan dan jembatan dilakukan perbaikan walaupun secara darurat namun sudah dapat di lalui oleh masyarakat dan berbagai pihak untuk akses distribusi logistik, sarana transportasi juga dikerahkan untuk menjangkau beberapa daerah yang sangat sulit dijangkau untuk melakukan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi, dan proses percepatan rehab rekon ini akan semakin cepat dengan komunikasi yang aktif Pemerintah Pusat dan Daerah terhadap data korban dan data kerusakan yang terdampak banjir”, tambah Safar.
YARA juga mendorong agar Pemerintah Pusat membentuk badan adhoc untuk akselarasi rehabilitas dan rekonstruksi bencana Hidrometeorologi ini seperti Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) pasca bencana Tsunami tahun 2004 lalu, dengan adanya badan seluruh kerusakan yang terjadi bisa ditangani secara terukur dan tepat seperti yang dilakukan oleh BRR dahulu. Apalagi Presiden sudah berkunjung beberapa kali ke Aceh pasca banjir ini, itu menunjukkan Pemerintah Pusat sangat sigap terhadap kondisi pemulihan kerusakan banjir. Dengan sumber daya negara yang ada, perhatian dan komitmen Presiden terhadap upaya pemulihan dampak banjir ini kami percaya negara akan mampu melakukan pemulihan, dan perlu dukungan semua pihak terutama dalam kolaborasi komunikasi Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat.
“kami medorong Pemerintah Pusat membentuk badan adhoc untuk akselarasi rehabilitasi dan rekonstruksi seperti yang pernah dilakukan saat Presiden SBY dahulu pasca bencana tsunami di Aceh dan Nias. menurut kami, perhatian dan komitmen Presiden Prabowo sangat besar terhadap bencana ini, sudah beberapa kali Presiden datang ke Aceh untuk memastikan proses rehap rekon ini berjalan optimal, dan dengan sumber daya negara, perhatian dan komitmen Presiden terhadap rehan rekon ini, kami percaya Negara mampu melakukan pemulihan, dan dengan kolaborasi pemerintah daerah tentu akan mempercepat proses tersebut”, kata Safar.
YARA juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi bergerak cepat dengan sumber daya masing-masing untuk membantu korban banjir dalam masa genting pasca banjir. Solidaritas kemanusiaan ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa Pancasila yang secara bergotong royong dalam kehidupan berbangsa. masyarakat juga perlu memberikan masukan dan kritikan kepada Pemerintah agar bertindak cepat dan tepat untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan banjir ini.
“kami juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergerak cepat dalam membantu korban banjir dalam masa genting ini, partisipasi ini menunjukkan jiwa nasionalisme yang pancasilais kita sebagai Bangsa yang bergotong royong dalam kemanusiaan, dan Negara perlu memberikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang turut membantu pemerintah dalam melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi banjir ini. kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap aktif melakukan monitoring, mengkritisi dan memberikan masukan sangat penting untuk Pemerintah dalam mempercepat pemulihan dapak bencana hidrometeorologi ini”, tutup Safar.










